Berita TerkiniBerita ViralViral

7 Fakta Video Mesum ‘Mobil Goyang’ Perangkat Desa dan Selingkuhan di Kebumen

Beeritarokokbet.com – Terungkap sejoli yang videonya viral di media sosial saat tepergok mesum di dalam mobil. Sosok laki-laki di dalam video tersebut ternyata seorang oknum perangkat desa di Gombong, Kebumen.

Diketahui, video berdurasi 22 detik itu terjadi di area parkir Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong pada Jumat (15/12/2023). Video mesum itu tersebar di beberapa akun WhatsApp grup selama beberapa hari. Berikut 7 faktanya.

Isi Video

Dalam video amatir tersebut, terlihat aktivitas dua orang yang berada di dalam mobil Avanza hitam. Video direkam dari luar mobil, namun karena kaca jendela mobilnya bening, apa yang dilakukan pasangan mesum itu terlihat dari luar.

“Kejadian Jumat lalu, siang kurang lebih jam 13.00 WIB. Keterangan dari yang bersangkutan ya memang sengaja datang ke situ. Di parkiran belakang yang dekat dengan kolam. Sebenarnya banyak juga yang parkir di situ, ramai juga kok,” kata Lawyer PKU Gombong, Wempy Setiabudi saat dihubungi Beritarokokbet.com, Jumat (22/12/2023).

Kepergok Driver

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh driver dokter spesialis yang kebetulan parkir tepat di samping mobil pelaku. Curiga melihat ada mobil bergoyang, ia pun langsung merekamnya.

Setelah itu, ia melapor ke pihak keamanan hingga akhirnya kedua pasangan selingkuh yang masing-masing sudah memiliki pasangan resmi itu digerebek dan dibawa ke pos keamanan.

“Itu ceritanya kan ketahuan sama sopirnya dokter spesialis sedang berbuat seperti yang ada di video itu di dalam mobil. Kebetulan sopirnya dokter spesialis itu parkirnya di sebelah mobil perangkat desa itu persis. Akhirnya digerebek bagian keamanan kita, kita bawa ke pos satpam pelaku-pelakunya. Masing-masing sudah bersuami istri,” jelas Wempy.

Merengek agar Tak Viral

Selain video berdurasi 22 detik, video lain berdurasi 1 menit 14 detik juga ikut beredar. Dalam rekaman video tersebut nampak laki-laki dan perempuan yang diduga telah melakukan perbuatan mesum sedang duduk di dalam mobil bagian depan sebelum akhirnya digerebek oleh pihak keamanan RS PKU Muhammadiyah.

Sang perekam video pun menanyakan beberapa pertanyaan. Sejoli itu pun tak bisa berbuat banyak selain hanya pasrah.

“Kamu orang mana? Ngapain kamu mesum di mobil. Mau bukti? Udah kerekam semua lho. Kamu suami istri apa bukan? Coba sini KTP-nya,” tanya si perekam.

Mengetahui aksinya dipergoki, sang perempuan meminta agar kasusnya tak disebarluaskan. Setelah keduanya mengaku bukan suami istri, sang perempuan pun nampak ketakutan dan hanya bisa menangis.

“Orang sini aja, enggak cuma nganu. Enggak pak, maaf pak jangan pak. Maaf pak jangan disebarin. Bukan (suami istri). Jangan diituin pak tolong, kasihan suami saya,” rengek sang perempuan.

Pasangan Selingkuh

Diketahui, kedua sejoli yang diduga berbuat mesum di dalam mobil Avanza warna hitam itu merupakan warga Desa Semanding, Kecamatan Gombong. Salah pelaku berinisial MR berstatus sebagai perangkat desa. Sedangkan perempuannya merupakan ibu rumah tangga.

Kepala Desa Semanding, Joko Setiyono mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pihak laki-laki dan perempuan yang terlihat di video viral itu bukan suami istri.

“Iya betul itu perangkat Desa Semanding sebagai Kaur Perencanaan, yang perempuan ibu rumah tangga. Tapi kejadiannya itu sudah lepas jam kerja. Mereka bukan suami istri tapi tinggal satu desa, kalau suami istri ya nggak bakal viral to,” ucapnya.

Tindakan RS PKU Muhammadiyah

Setelah mengamankan mereka, pihak KPU kemudian menyerahkan permasalahan tersebut ke pihak keluarga masing-masing.

“Ini adalah delik aduan, PKU tidak bisa bertindak lebih jauh sehingga PKU menyerahkan ke keluarga masing-masing pelaku,” imbuhnya.

Suami Beri Maaf dengan Syarat

Setelah video mesum itu viral di media sosial, istri perangkat desa itu melaporkan suaminya beserta selingkuhannya ke polisi.
“Yang laporan istrinya perangkat, baru kemarin terima,” kata Kapolsek Gombong, AKP Diyono saat dihubungi RokokbetNews, Jumat (22/12/2023).

Sebelum dilaporkan ke polisi, Diyono menjelaskan, kades dan oknum perangkat desa itu sudah menemui pihak keluarga perempuan pasangan selingkuhnya. Suami perempuan itu bersedia memaafkan jika perangkat desa tersebut mengundurkan diri.

“Pertamanya Kepala Desa dengan perangkat sudah ke rumah perempuan itu minta maaf sama suaminya (pelaku perempuan) tapi dengan catatan bisa maafkan dan harus mengundurkan diri dari perangkat, permintaannya gitu,” ungkapnya.

Istri Perangkat Lapor ke Polisi

Meski sudah dilakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihak istri perangkat desa itu bersikeras melaporkan suaminya dan perempuan selingkuhannya ke polisi.

“Istri perangkatnya nggak terima kalau hanya sepihak, kemudian mengadukan suaminya dan pihak perempuannya sana, jadi dua-duanya,” ujar Diyono.

Atas laporan tersebut, petugas akan menindaklanjuti sesuai aturan. Namun, jika di tengah jalan kasus tersebut dicabut atas permintaan pelapor, maka kasus bisa dihentikan.

“Kami terserah yang ngadu, kalau dilanjut ya kita layani tidak pun ya monggo kan itu delik aduan. Kan tak jelaskan, kalau diadukan ya yang masuk dua-duanya, perempuan masuk yang laki-laki juga masuk. Kalau oke ya kita lanjut, kalau nggak oke ya kita cabut,” jelas Diyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *