Berita ViralKecelakaan

Spek Pesawat Penjaga Pantai yang Ditabrak Japan Airlines saat Menunggu Take Off

Beritarokokbet.com – Pesawat Japan Airlines (JAL) menabrak pesawat penjaga pantai di Bandara Haneda. Begini spek pesawat penjaga pantai yang ditabrak Japan Airlines.

Insiden yang melibatkan pesawat Japan Airlines dan pesawat penjaga pantai masih dalam investigasi. Diketahui insiden terjadi saat Japan Airlines mendarat sementara pesawat penjaga pantai De Havilland Canada DHC-8 Dash 8 (Bombardier DHC8) tengah menunggu lepas landas.

Menyoal spesifikasi secara ukuran, Japan Airlines yang menggunakan armada Airbus A350-900 itu jelas lebih besar dari pesawat Bombardier DHC8. Sebagai perbandingan, pesawat JAL memiliki panjang 66,8 meter, lebar 64,75 meter, dan tinggi 17,05 meter. Sementara Bombardier DHC8 panjangnya 25,68 meter, lebar 27,43 meter, dan tinggi 7,49 meter.\

Pesawat kecil itu memiliki bobot 43.000 pounds atau setara 19.504 kg dan daya jelajahnya mencapai 1.557 km. Bombardier DHC-8 ini menggendong dua mesin PW123E dengan kecepatan setara 527,8 km/jam.

Sejauh ini penyebab kecelakaan masih dalam investigasi. Ada yang menyebut pesawat penjaga pantai itu tidak dilengkapi dengan transponder ADS-B modern. ADS-B merupakan kependekan dari Automatic Dependent Survelillance-Broadcast. ADS-B ini umumnya menyajikan posisi tiga dimensi dan identifikasi dari pesawat lain. ADS-B transporder secara otomatis akan memberikan beberapa informasi seperti, lokasi GPS, ketinggian, dan kecepatan di darat. Informasi tersebut disampaikan dengan satelit ke pengontrol lalu lintas udara dan pesawat lain setiap detik. Sistem ini dianggap lebih akurat dari sistem radar konvensional. Kejadian itu terjadi saat kondisi langit sudah gelap.

Penyebab Tabrakan Masih Diselidiki

Di sisi lain, dalam rekaman komunikasi, pesawat penjaga pantai itu belum diberikan izin untuk masuk ke runway sebagaimana diberitakan Asahi Shimbun. Sementara itu, kapten pesawat penjaga pantai yang tengah mengalami cedera serius mengaku telah diberikan izin dari air traffic controller untuk lepas landas.

JAL dalam pernyataannya menyebut pesawat dengan nomor penerbangan 516 itu telah menerima izin untuk mendarat. Disebutkan bahwa sebelum tabrakan terjadi, JAL melakukan kegiatan sebagaimana mekanisme pendaratan normal.

“Kami tidak menerima laporan tentang adanya kelainan,” demikian pernyataan resmi dari JAL.

Kini investigasi dipusatkan pada Air Traffic Controller (ATC). Kementerian transportasi Jepang mengindikasikan kesalahan dilakukan oleh pesawat penjaga pantai. Menurut pihak kementerian, ATC tidak pernah memberikan izin kepada pesawat penjaga pantai untuk memasuki landasan pacu.

Dewan Keselamatan Transportasi Jepang lebih lanjut tengah memeriksa rekaman komunikasi antara pengawas lalu lintas udara dan kedua pesawat. Takuya Fujiwara, seorang penyelidik kecelakaan penerbangan dari dewan keselamatan tersebut mengatakan kepada para wartawan pada sore hari tanggal 3 Januari bahwa sebuah perekam suara dan perekam penerbangan telah ditemukan dari reruntuhan pesawat penjaga pantai. Sementara rekaman penerbangan dari pesawat JAL masih belum ditemukan.

Mereka mengumpulkan bukti dari puing-puing dan bagian-bagian yang tersebar di landasan pacu dan akan mewawancarai awak pesawat serta pihak-pihak terkait lainnya. Fujiwara mengatakan bahwa kebakaran tersebut merusak seluruh badan kedua pesawat itu.

“Kami belum bisa memberikan jawaban pasti saat ini soal penyebab tabrakan. Kami akan melakukan investigasi dan menyelesaikan laporan kami,” kata Fujiwara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *